ikhyar Blog » 4 Petualang Muda
4 Petualang Muda
adakah yang masih ingat kisah 4 Petualang Muda, nah jika sudah lupa, lupakan saja deh
wakakaka … betul nih otak ku lagi butek, ganyak kerjaan sih tapi, saya masih semangat kok nulis nya, ada corat-coret nya kok …
okeh, sampai jumpa lagi yah
Filed under: 4 Petualang Muda
Empat Petualang
Larian mereka terhenti, dan menemukan sebuah rumah tua terbuat dari papan, mempunyai satu buah jendela yang tak bedaun, atapnya terbuat dari jerami, sekeliling rumah itu di pagari dengan bambu jepang yang tertata rapih tidak tinggi
mereka mulai memasuki rumah itu, setibanya di dalam rumah ternyata hanya terdapat satu ruangan saja, di sebelah kiri pintu terdapat kursi goyang yang bersebelahan dengan meja, tidak jauh dari tempat itu pas di samping jendela ada sebuah lemari kayu, yang sebagian diding nya sudah dimakan rayap, ditengah rumah tergantung seorang perempuan berparas cantik, di sehelai kain sarung sutra berwarna biru yang melilit di lehernya, lidahnya agak terjulur keluar dan matanya melotot, perempuan itu sudah tidak bernyawa lagi.
mungkin umur perempuan itu sekitar dua puluh lima tahun, “Tio kamu kan paling tinggi bisa manjat tidak ke atas !” Nina sambil mengarahkan jari telunjuknya ke atas, tepat di bagian atas rumah yang terdapat satu batang balok besar, ” Kamu saja, kamu kan juara panjat dinding di sekolah” Tio mengangkat kedua tangan nya memberi tanda menyerah.
Lima belas menit kemudian mayat wanita berparas cantik itu di turunkan “Badan nya sudah dingin, berarti dia sudah lama berada di atas sana” Andra sambil memegang leher dan ubun-ubun mayat itu, Nina tampak berpikir sambil mondar mandir dan mulutnya komat kamit “eh … teman-teman ku sekalian, suara teriakan yang tadi itu suara siapa donk” mereka semua tampak kaget dan kening mereka berkerut mungkin di otak mereka terlintas berbagai macam dugaan dan perkiraan alibi.
Filed under: 4 Petualang Muda
Empat Petualang
Hari mulai menggelap, suasana menjadi dingin, tiba-tiba tetes demi tetes air yang jatus dari langit sampai ke pelepah daun didalam hutan itu, tanah sekitar menjadi liat dan becek, tiba-tiba suasana menjadi hening, burung malam dan cengkrikan jangkrik malam berhenti.
sayup-sayup dari kejauhan terdengar siulan seruling, dari arah sayupan seruling itu terlihat cahaya kecil yang berasal dari sebuah lampu minyak, apinya bergoyang seakan-akan hendak padam di tiup oleh angin sepoi-sepoi
tiba-tiba jeritan histeris memecah kesunyian malam itu, kami pun terperanjat lalu segera berlari ke arah dimana jeritan itu berasal, kami berjumlah satu team, yang terdiri dari empat orang, sebut saja TIO, NINA, GALANG dan ANDRA, Tio dan Nina mereka bersaudara, Nina berumur enam belas tahun dan seorang perempuan tomboi satu tahun lebih muda dari Tio, Galang berumur lima belas tahun dan berasal dari keluarga yang kaya raya, sedang Andra empat belas tahun adalah seorang anak yang berprestasi yang mempunyai otak encer alias jenius.
Filed under: 4 Petualang Muda




Recent Comments