Articles Comments

ikhyar Blog » Archive for March 2009

Empat Petualang

Larian mereka terhenti, dan menemukan sebuah rumah tua terbuat dari papan, mempunyai satu buah jendela yang tak bedaun, atapnya terbuat dari jerami, sekeliling rumah itu di pagari dengan bambu jepang yang tertata rapih tidak tinggi

mereka mulai memasuki rumah itu, setibanya di dalam rumah ternyata hanya terdapat satu ruangan saja, di sebelah kiri pintu terdapat kursi goyang yang bersebelahan dengan meja, tidak jauh dari tempat itu pas di samping jendela ada sebuah lemari kayu, yang sebagian diding nya sudah dimakan rayap, ditengah rumah tergantung seorang perempuan berparas cantik, di sehelai kain sarung sutra berwarna biru yang melilit di lehernya, lidahnya agak terjulur keluar dan matanya melotot, perempuan itu sudah tidak bernyawa lagi.

mungkin umur perempuan itu sekitar dua puluh lima tahun, “Tio kamu kan paling tinggi bisa manjat tidak ke atas !” Nina sambil mengarahkan jari telunjuknya ke atas, tepat di bagian atas rumah yang terdapat satu batang balok besar, ” Kamu saja, kamu kan juara panjat dinding di sekolah” Tio mengangkat kedua tangan nya memberi tanda menyerah.

Lima belas menit kemudian mayat wanita berparas cantik itu di turunkan “Badan nya sudah dingin, berarti dia sudah lama berada di atas sana” Andra sambil memegang leher dan ubun-ubun mayat itu, Nina tampak berpikir sambil mondar mandir dan mulutnya komat kamit “eh … teman-teman ku sekalian, suara teriakan yang tadi itu suara siapa donk” mereka semua tampak kaget dan kening mereka berkerut mungkin di otak mereka terlintas berbagai macam dugaan dan perkiraan alibi.

Filed under: 4 Petualang Muda

Empat Petualang

Hari mulai menggelap, suasana menjadi dingin, tiba-tiba tetes demi tetes air yang jatus dari langit sampai ke pelepah daun didalam hutan itu, tanah sekitar menjadi liat dan becek, tiba-tiba suasana menjadi hening, burung malam dan cengkrikan jangkrik malam berhenti.

sayup-sayup dari kejauhan terdengar siulan seruling, dari arah sayupan seruling itu terlihat cahaya kecil yang berasal dari sebuah lampu minyak, apinya bergoyang seakan-akan hendak padam di tiup oleh angin sepoi-sepoi

tiba-tiba jeritan histeris memecah kesunyian malam itu, kami pun terperanjat lalu segera berlari ke arah dimana jeritan itu berasal, kami berjumlah satu team, yang terdiri dari empat orang, sebut saja TIO, NINA, GALANG dan ANDRA, Tio dan Nina mereka bersaudara, Nina berumur enam belas tahun dan seorang perempuan tomboi satu tahun lebih muda dari Tio, Galang berumur lima belas tahun dan berasal dari keluarga yang kaya raya, sedang Andra empat belas tahun adalah seorang anak yang berprestasi yang mempunyai otak encer alias jenius.

Filed under: 4 Petualang Muda

When The Rain Fall

saya nge fans banget dengan si penyanyi … siapakah dia ” Hillary Duff” waaa… :)

tapi di tulisan ini saya tidak akan bercerita tentang dia :D

nah ini dia cerita nya, saya hampir saja kehilangan lengan kiriku ini di saat hujan membasahi bumi, sudah satu minggu ternyata, lengan ku yang terkilir ini sudah berangsur sembuh, yah … gitu deh DI URUT :) ) , kata tukang urut nya untung hanya berpindah tempat kalo patah :P

hemmm cuman itu saja sih yang pengen saya ceritakan :) ) wahahaha

makasih atas doa-doa nya selama ini teman-teman ku, saya sekarang sudah lebih baik

Filed under: celoteh

hujan

hari ini hujan …
aku tadi mengendarai motor
basah pun tak ter elakkan
ksian dehhhh :P

Filed under: celoteh

Kakek Penjual Kacang Rebus

Wajah keriput, badan bongok, memakai sarung yang terikat di pinggang dengan celana selutut, mengayuh sepeda yang ber-beban kacang rebus, dengan satu buah lampu minyak kecil terbuat dari kaleng susu dengan sumbu kain, mungkin umurnya sekitar 70 tahun lebih, melihat parasnya pun akan terlihat bahwa beliau menanggung beban yang sangat berat, entah kemana dia mendagang kan kacang rebusnya, setiap kali beliau pulang masih banyak kacang rebus yang tersisa, sudah tidak hangat lagi.

(kakek ini selalu pulang lewat di jalan sunu menuju ke arah panampu sana, pada malam hari sekitar jam 10 malam)

Filed under: celoteh